Peristiwa

Tidak Ada TPS, Warga Buang Sampah ke Sungai

Kabupaten Tasik | Sejak Uu Ruzhanul Ulum menakhodai Kabupaten Tasikmalaya, persoalan sampah kurang diperhatikan. Keadaannya masih seperti dulu. Daerah Kecamatan Sariwangi, misalnya. Hampir semua desa tidak memiliki tempat pembuangan sementara (TPS).

Warga kebingungan. Sungai dan tanah kosong jadi pilihan. Tumpukan sampah berserakan. “(Di sini) tidak ada pembuangan sementaranya. Truk pengangkut juga belum pernah ada,” kata Kepala Desa Jayaputra, Wawan Sutisna, baru-baru ini.

Di pinggir jalan, saluran irigasi, pasti ada sampahnya. Tak sulit untuk menemukan tumpukan sampah di daerah ini. Bendung Curug Luhur, Dusun Cibatu, salah satunya. “Pabalatak sampah teh, aya anu di susukan, saluran irigasi. Di pinggir jalan oge aya. Semoga pemerintah bisa menyediakan truk pengangkut sampah, seperti di kota-kota,” tandas Wawan.

Ketua Apdesi Kecamatan Sariwangi itu, menambahkan, dalam sehari sampah di daerahnya bisa mencapai tiga kubik. “Truk belum ada. Tidak ada anggaran untuk truk maupun kebersihan. Jangankan untuk desa, untuk kecamatan saja tidak ada. Ada tong sampah juga dari anak KKN,” ujarnya, sembari menyebutkan, warganya yang berada di tiga dusun yaitu, Jareged, Cibatu, dan Cibatu-Urug, berjumlah 1.267 KK.

Kepala Dusun Cibatu, Jajang, 51 tahun, mengharapkan, pemerintah bisa menyediakan tempat pembuangan sampah dan peralatannya. “Mun tiasa mah mobil aya anu ngalewat ka palihan dieu. Soalna mun dibuang ka sungai, bakal mampet saluran irigasi,” harapnya. initasik.com|asm