Asep S Kusaeri | Eri/initasik.com
Birokrasi

Tidak Berikan Kontribusi, PD Pasar Resik Dikekang Perwalkot

initasik.com, birokrasi | Pemkot Tasikmalaya berwacana membubarkan PD Pasar Resik. Salah satu alasannya lantaran perusahaan daerah itu tidak ada perkembangan. Jalan di tempat. Alih-alih memberikan kontribusi pada pendapatan daerah, malah membebani.

Direktur PD Pasar Resik Kota Tasikmalaya, Asep S Kusaeri, punya pandangan berbeda. “Sebagai pelaksana, kami siap saja mau dilikuidasi atau tidak, dengan catatan ada kajian yang proporsional terlebih dahulu,” tuturnya saat diwawancara di ruangan kerjanya, Rabu, 4 April 2018.

Menurutnya, tudingan PD Pasar Resik tidak bisa memberikan kontribusi terhadap PAD, itu lantaran regulasi yang tidak mendukung. “Selama ini kami punya program, seperti kenaikan pendapatan dan pelayanan. Tapi itu perlu biaya yang harus ditunjang oleh regulasi. Nyatanya, selama ini regulasi itu tidak memadai,” tandas Asep.

Ia mencontohkan, satu tahun yang lalu, pihaknya mengusulkan untuk membenahi regulasi yang ada, namun tak ada tanggapan sama sekali. “Mau meningkat bagaimana, kalau tarif-tarif yang diatur oleh Perwalkot sangat mengikat kami? Kami diatur oleh Perwalkot yang tidak wajar,” sebutnya.

Asep menilai, selama ini dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya kepada PD Pasar Resik belum optimal. Adapun pemasukan PD sekitar Rp 3 miliar per tahun hanya cukup untuk gaji, biaya rutin, biaya operasional dan sebagainya.

Menurutnya, pengeluaran itu bisa dipangkas bila PD Pasar Resik mengandalkan tenaga PNS. Jika demikian, ia menjamin bisa memberikan kontribusi terhadap PAD. “Bahkan bisa full ke PAD kalau seandainya dibantu tenaga PNS. Artinya kita tidak mengeluarkan gaji,” imbuhnya.

Ia menegaskan, jika ada komitmen untuk memajukan pasar, pemerintah harus bisa lebih optimal dalam regulasi. Membuat regulasi yang sesuai dengan keadaan sekarang. “Saya kira, kalau jalan beriringan akan sehat,” yakinnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?