Sosial Politik

Tiga Bulan Sejak Ada Pergerakan Tanah, Warga Salawu Hidup dalam Ketidakpastian

initasik.com, sosial | Tiga bulan lalu, pertengahan November 2017, warga Babakan Sarongge, Sukarasa, Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, dikejutkan dengan musibah pergerakan tanah. Puluhan keluarga harus pindah. Rumah yang biasa ditinggali rusak.

Mereka hidup dalam ketidakpastian. Boleh kembali lagi ke tempat semula atau harus pindah domisili, tidak pasti. Dulu, dijanjikan sepuluh hari setelah kejadian, bakal ada kejelasan status daerah dari tim geologi. Sampai sekarang belum ada.

Triana, warga, mengaku selalu waswas saat hujan besar tiba. “Kadang tidak bisa tidur. Takut. Rumah saya sudah hancur. Sekarang tinggal di rumah orangtua,” ujarnya kepada initasik.com, Sabtu, 17 Februari 2018.

Ia mengaku, sampai saat ini masih dilanda bingung lantaran belum adanya keputusan yang pasti dari pihak geologi terkait kondisi wilayah. Menurutnya, sampai sekarang pergeseran tanah itu masih terjadi. Itu terlihat dari tiang rumahnya yang semakin menurun ke bawah. “Ini teh mau direlokasi atau bagaimana? Seharusnya pemerintah bergerak cepat. Kami ingin keputusan secepatnya,” tandasnya.

Akibat musibah itu, mulai dari infrastruktur jalan sampai rumah warga, banyak yang hancur. Beberapa di antaranya tak bisa ditinggali lantaran kondisinya rusak berat, bahkan ambruk. Tembok-tembok rumah banyak yang retak, lantai ambrol. [Eri]