Ekbis

Tiga Kali Lipat Lebih Mahal, Beli Beduk Jadi atau Buat Sendiri?


initasik.com, ekbis | Menyambut lebaran, bagi sebagian kelompok, kurang lengkap bila tanpa ada tetabuhan beduk. Malam takbiran sepertinya kurang afdal jika tidak dimeriahkan dengan tam-tam raksasa itu.

Tak heran, banyak yang sudah siap-siap dari sekarang. Jauh-jauh hari banyak yang mulai membuat beduk. Bila punya uang, beli jadi tak soal. Lebih simpel. Tinggal pakai. Tapi harganya tiga kali lipat dibanding beli kulitnya saja.

Nunu Julkarnaen (52), penjual kulit beduk di Jl. Paseh, Tuguraja, Cihideung, Kota Tasikmalaya, menyebutkan, untuk beduk jadi harganya Rp 900 ribu, sedangkan kalau kulitnya saja hanya Rp 300 ribuan.

“Saya sudah mulai jualan di sini seminggu sebelum Ramadan. Sampai sekarang sudah lima beduk jadi yang terjual. Kalau kulit beduknya lebih banyak. Lebih dari sepuluh yang sudah dibeli,” ujarnya kepada initasik.com, Ahad, 4 Juni 2017.

Pembelinya bukan hanya dari Kota Tasikmalaya, tapi banyak juga yang dari luar daerah, seperti Rajapolah, Banjar dan lainnya. Menurutnya, banyak yang lebih memilih beli kulitnya saja, lantaran memang jauh lebih murah. Kalaupun harus beli drum dan yang lainnya, nominalnya tidak akan sampai Rp 900 ribu.

Di tempat itu, ia mengaku sudah jualan kulit beduk sejak lama. Bahkan, jauh sebelum dirinya jualan, sudah ada yang lebih dulu. “Saya hanya meneruskan. Asalnya yang dagang di sini itu Kang Ikip. Beliau sudah jualan kulit beduk saat saya masih SD. Kemudian diteruskan anaknya, lalu diteruskan saya,” tutur Nunu yang sehari-hari dagang buah-buahan di samping lapak kulit beduk.

Ia mengatakan, jualan kulit beduk merupakan usaha tahunan. Setahun sekali. Tiap jelang Ramadan hingga lebaran. Itupun hanya menjualnya.

“Kalau yang membuatnya uwa saya, Wa Oday. Dia sejak dulu memang suka membuat kulit beduk. Ahlinya dia mah. Ada juga pedagang lain yang mengambil kulit beduk dari Wa Oday. Ini dari kulit sapi. Kalau kulit domba tipis, sementara kulit kerbau jarang dan harganya lebih mahal,” bebernya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?