Peristiwa

Tiga Persoalan Pokok Indonesia

Kabupaten Tasik | Indonesia tengah dirundung berbagai masalah. Ada tidak persoalan pokok yang kini mendera bangsa, yaitu merosotnya kewibawaan negara, melemahnya ekonomi nasional, serta merebaknya intoleransi dan krisis kepribadian bangsa.

“Ketiganya saling terkait. Kalau kita dapat memperbaiki salah satu dari masalah tersebut, maka akar perbaikannya akan memberikan dampak positif pada hal lain,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Chrisnandi, saat memberi orasi ilmiah dalam wisuda sarjana dan pascasarjana Institut Agama Islam dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Latifah Mubarokiyah, di Gedung Sukriya Bakti Kampus Latifah Mubarokiyah, Suryalaya, Kamis, 3 September 2015.

Seiring perkembangan zaman, sambungnya, nasionalisme bangsa semakin luntur, ketergantungan kepada dunia luar kian kuat, dan mewabahnya egoisme pribadi yang menggerus kepentingan nasional.

“Itu sebagai ancaman serius yang perlu dikendalikan dan dikoreksi. Jika tidak, negara akan semakin terpuruk ke dasar yang dalam dan sulit diangkat ke permukaan. Bangsa ini akan maju jika memiliki rasa keindonesian yang kuat,” tutur Yuddy.

Ia menegaskan, selama ini kekayaan Indonesia tidak digunakan untuk hajat hidup orang banyak, tapi jatuh ke tangan kelompok-kelompok kecil, di dalam maupun di luar negeri, padahal sumber daya alam kita tidak terbatas. Di bidang minyak, Indonesia bukan lagi eksportir melainkan importir.

“Kemandirian dan kesejahteraan akan sulit dicapai apabila mentalitas kita masih menjadi penadah hutang ke forum-forum internasional. Ada beberapa upaya yang dapat kita lakukan, pertama menguatkan kembali karakter bangsa, totalitas dalam keselurahan daya dan upaya maksimal dari seluruh elemen masyarakat, dan keteladanan kepemimpian. Seluruh jajaran pimpinan bangsa harus memberi keteladanan,” tuturnya. initasik.com|sep

Komentari

komentar