Peristiwa

Tim Penilaian Bendungan Leuwikeris Absen, Perwakilan Warga Angkat Kaki dari Audiensi

initasik.com, peristiwa | Delapan orang perwakilan dari warga Desa Ancol, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya memilih angkat kaki saat mengikuti audiensi di ruang rapat Bupati Tasikmalaya, Senin, 14 Agustus 2017.

Mereka kecewa, karena dalam pertemuan tersebut tidak ada tim penilaian (Appraisal) yang bisa menjelaskan kepada mereka terkait taksiran harga tanah yang telah memicu persoalan. Padahal, dalam agenda yang telah disiapkan atas undangan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum itu telah dihadiri perwakilan dari BBWS Citanduy dan BPN. Hadir pula sejumlah instansi terkait.

Namun, setelah Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Mukhsin membuka pertemuan, koordinator warga Desa Ancol, Evi Hilman, menegaskan, dirinya kecewa dengan Pemkab Tasikmalaya serta semua pihak termasuk BBWS yang tidak mampu menghadirkan tim penilaian.

“Kunci permasalahan ini berada pada mereka (tim penilaian), kenapa mereka tidak bisa dihadirkan? Di mana wibawa Pemkab Tasikmalaya dan BBWS jika seperti ini? Jangan bersembunyi bahwa itu merupakan dokumen negara, sehingga hasil taksiran harga tidak bisa diberikan kepada masyarakat yang terdampak. Kami beri waktu tiga hari, kalau tidak diberikan juga kami akan menutup proyek bendungan di sana,” tutur Evi.

PPK Bendungan Leuwikeris, Budi Prasetya, menyebutkan, pada persoalan itu pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dan kedatangannya sebagai bentuk kooperatif kepada Pemkab Tasikmalaya yang melakukan pemanggilan.

Menurutnya, untuk persoalan ganti rugi telah ada yang mengatur, yaitu tim penilaian yang melakukan penaksiran harga tanah. “Kami hanya melakukan pembayaran sesuai dengan pengajuan dari mereka. Tidak ada persoalan sebenarnya bagi kami yang melaksanakan tugas pengerjaan saja di lapangan,” tegas Budi.

Sementara itu, Ahmad Mukhsin langsung menggelar rapat tertutup di ruangannya bersama dengan BBWS serta BPN untuk melanjutkan pembahasan persoalan tersebut. “Kita akan gelar rapat untuk mengetahui persoalannya seperti apa dan nanti akan kami laporkan kepada pimpinan,” ujar Ahmad. [Kus]