Ilustrasi | kl/initasik.com
Informasi

Tipu Muslihat First Travel, Warga Kota Tasik Ada yang Jadi Korban

initasik.com, informasi | Penipuan yang dilakukan First Travel, penyedia jasa pemberangkatan umroh, sampai sekarang masih jadi bahan pembicaraan. Puluhan ribu jamaah tertipu. Dua di antaranya Nanda Musdalifah dan suaminya, warga Perum Cipta Graha Mandiri, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Nanda menceritakan, awalnya ia sering mendapatkan promo umroh murah dari travel tersebut lewat media sosial. Disebut-sebut, beberapa teman kantor suaminya pun pernah menggunakan jasa First Travel. Ia percaya. “Waktu itu mikirnya kalau dapat harga murah, kenapa ngga dicoba?” katanya.

Ibu dua anak itu lantas daftar pada Juli 2016 lewat agen di Jakarta, dan akan diberangkatkan ke tanah suci Februari atau Maret 2017. Ketika daftar, Nanda langsung melunasi biaya umroh sebesar Rp 14,3 juta per orang.

Jadwal yang ditunggu-tunggu untuk berangkat umroh pun tiba. Namun, agen First Travel tidak juga memberi kabar soal tanggal berapa dirinya akan berangkat. Kala itu Nanda mengaku khawatir, namun tetap berpikir positif.

Maret 2017, Agen First Travel meminta Nanda untuk menambah biaya sekitar Rp 2 sampai Rp 2,5 juta dengan janji akan diberangkatkan sebelum Ramadan. “Ada juga penawaran nambah Rp 3,5 juta untuk pemberangkatan saat bulan puasa. Kalau yang ngga bisa nambah dana lagi, berangkatnya dijanjikan setelah lebaran haji,” katanya.

Nanda dan suami tertarik untuk menjalankan ibadah umroh saat puasa. Ia bayar lagi Rp 7 juta. Namun, kejelasan mengenai jadwal pemberangkatan belum juga didapat sampai bulan puasa tiba. Ketika ramai pemberitaan mengenai ditangkapnya pemilik First Travel, Nanda mulai galau. “Pikiran tambah kacau. Uang hilang, berangkat umroh tidak,” sesal Nanda.

Ia dan suaminya berharap tetap bisa berangkat. Tapi, “Menurut Breskrim di berbagai media, uangnya nihil untuk direfund. Juga mustahil diberangkatkan. Aset yang ada sudah menjadi agunan utang-utangnya, seperti utang visa, utang koper, utang ke hotel dan lain-lain. Sekarang saya tinggal ikhlas saja,” pungkasnya pasrah. [KL]

Komentari

komentar