Etalase

Tisnawinata, Buka Usaha Servis Jam Tangan Sejak 1972


initasik.com, etalase | Dengan sebuah bufet atau lemari kecil untuk menyimpan barang, Tisnawinata membuka usaha servis jam tangan di di pasar Pancasila, Kota Tasikmalaya. Itu sudah dilakoninya sejak 1972. Usianya kini sudah 67 tahun.

Tapi, tangannya masih terlihat terampil, meski penglihatannya tidak setajam usia muda. Dalam sehari ia bisa menyervis 2 sampai 3 jam atau menghasilkan sekitar Rp 30 hingga Rp 60 ribu. “Tergantung jenis kerusakannya,” ujarnya.

Ayah delapan anak itu mengaku punya penyakit kronis. Semua anaknya sudah berumah tangga. Kini, ia tinggal bersama anak ketiganya, Nina Kurniasih, di Kp. Leuwieunteung, Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis.

“Dari tahun 1972 saya sudah di sini, dari zaman masa pemotongan uang dari 1 juta jadi Rp 10 ribu, saya sudah di sini,” akunya.

Kini, ia memasang uang jasa sekitar Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu. Itu belum termasuk biaya pembelian onderdil. Ia biasa mangkal dari pukul sembilan pagi hingga pukul 5 sore. Menurutnya, memperbaiki jam tua jauh lebih sulit ketimbang memperbaiki jam yang muncul mulai tahun 2000an. Kalau jam yang tua, misal dari tahun 1980an, agak susah onderdilnya, karena menggunakan otomatis. Beda dengan jam tangan keluaran tahun 2000an yang sudah pakai baterai. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?