Peristiwa

“Toh Pejabat Selalu Dapat Komisi dari Rekanan”

Kota Tasik | KH. Miftah Fauzi, pengasuh Ponpes Tajur, Indihiang, meminta Pemkot Tasikmalaya untuk tinggal diam dan tutup mata terhadap persoalan-persoalan di masyarakat, seperti yang dialami warga kompleks rumah dinas Saptamarga, Tawang.

“Bagi saya, ini bencana. Mereka (warga Saptamarga) terpaksa angkat kaki dari rumah yang telah dihuninya selama puluhan tahun, karena sebuah keputusan hukum,” ujarnya usai mendengarkan putusan pengadilan yang menegaskan, lima rumah di Saptamarga merupakan aset TNI Angkatan Darat, Kamis, 12 Maret 2015.

Menurutnya, pemkot harus cepat tanggap dalam menyelesaikan setiap persoalan masyarakat. “Sampai hari ini kita belum ada komunikasi dengan pemkot. Persoalan ini tidak sederhana. Mari memberikan solusi bersama. Para pejabat kan sudah kaya-kaya. Toh pejabat selalu dapat komisi dari rekanan. Sisihkanlah untuk warga yang mengalami kesulitan. Siapapun pejabatnya tidak ada yang bersih. Kalau mau dibuktikan (tidak bersih), ayo. Jadi, sudah sewajarnya para pejabat berbagi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kelima warga Saptamarga harus meninggalkan rumah yang ditinggalinya karena sudah ada keputusan hukum. Mereka kebingungan harus tinggal di mana. Untuk itu KH Miftah menghibahkan tanahnya untuk dibangun rumah. “Saya mengajak pemerintah dan mengetuk hati para pengusaha untuk sama-sama membangun rumah mereka,” tandasnya.

Edi Mulyadi, ketua RT 01 RW 012, menambahkan, dari total rumah sebanyak 48, kini yang masih ditinggali ada 37 rumah. “Mudah-mudahan ke depan tidak ada apa-apa,” harapnya seraya menyebutkan, kelima warga yang akan direlokasi ke tanah KH Miftah adalah Nina Karsita, Nina Novianti, Heri Kusmayadi, Budi Himawan, dan E. Kusnendar. initasik.com|ashani

Komentari

komentar