Jay | initasik.com
Etalase

Toko Bursa Buku Murah Masih Berharap di Tengah Rendahnya Minat Baca

initasik.com, etalase | Nama tokonya cukup unik; Bursa Buku Murah. Langsung menohok. Tanpa embel-embel nama lain. Sesuai namanya, harga buku-buku yang dijual di toko yang beralamat di kompleks Argasari I (dekat, dulu, Balong Kanyun) Kota Tasikmalaya, itu terbilang murah. Masih ada buku yang dibandrol Rp 7.000.

“Semua buku baru. Bukan buku bekas,” sebut pemilik Bursa Buku Murah, Rudi.

Ia sudah sekitar tiga tahun membuka toko tersebut. Baginya, dunia buku bukan hal yang baru. Itu sudah dijalaninya selama puluhan tahun. Kisaran 20 tahun. Tokonya juga tidak cuma satu. Ada beberapa toko buku dengan nama berbeda. Tak sedikit juga yang telah tutup, seperti yang di Ciamis, Banjar, Garut dan di salah satu mal di Kota Tasikmalaya.

Kendati mengusung nama Bursa Buku Murah, Rudi belum merasakan manisnya bisnis buku. Masih jauh dari harapan. Trafik penjualannya tidak ada kenaikan, malah sebaliknya. Namun, ia masih mempunyai harapan bisa maju. Paling tidak mendekati target.

“Dari sekian ratus ribu penduduk Kota Tasikmalaya, masa tidak ada sepuluh persen saja orang yang senang baca buku? Pasti ada. Apalagi sekarang sudah ada universitas negeri. Mahasiswa dari luar daerah yang punya minat baca tinggi bisa menularkan semangat literasinya di sini,” papar Rudi.

Ia menilai, selain memang zaman sudah teramat canggih, segalanya bisa didapatkan melalui telepon genggam, rendahnya minat baca di Kota Tasikmalaya lantaran kulturnya belum terbangun kuat.

“Masyarakat Kota Tasik itu lebih memilih gaya, ketimbang baca. Lebih senang hiburan, jalan-jalan dan berburu makanan. Tapi adanya universitas negeri itu mudah-mudahan memberi angin segar pada dunia literasi,” harapnya.

Di toko Bursa Buku Murah, selain buku-buku pendidikan, juga sedia buku agama, dunia dapur, sastra, psikologi, motivasi dan lain-lain. “Saya sediakan buku murah tapi berkualitas,” tandasnya. [Jay]