Hendra Herdiana, koordinator penyelenggara, membagikan sembako kepada masyarakat | Kus/initasik.com
Peristiwa

Tokoh Masyarakat Ujung Kota Tasik Berterima Kasih kepada Forum Jurnalis

initasik.com, peristiwa | Forum Komunikasi Jurnalis Tasikmalaya (FKJT) membagikan sembako dan uang tunai kepada anak yatim, jompo, dan warga miskin yang sedang menderita sakit parah. Pembagian tersebut dikonsentrasikan di wilayah, yaitu Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, dan Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.

Tokoh masyarakat Pasir Batang, Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, Asep Ahmad, menyebutkan, tempat tinggalnya merupakan ujung Kota Tasikmalaya yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya.

Selain jalan yang sangat kecil, juga sebagian aspal jalannya telah mengelupas berganti tanah merah yang membuat kesulitan warga untuk mengakses keluar masuk pemukimannya. “Jelas, kami warga di sini sangat berterimakasih dengan adanya bantuan ini. Warga yang kurang beruntung bisa berlebaran dengan memiliki bahan makanan dan lain sebagainya,” tutur Asep.

Di Kampung Sukaruji, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, warga dan anak-anak tampak ceria dihibur badut sulap dan nyanyian dari anggota Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) Tasikmalaya.

Selain membagikan paket sembako kepada warga tidak mampu, jompo, warga yang sakit, serta bantuan ke masjid, masyarakat juga diberikan uang tunai sebagai THR dari para jurnalis yang selama ini bertugas di Tasikmalaya.

Koordinator penyelenggara, Hendra Herdiana, mengatakan, kegiatan tersebut telah rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang lebaran dengan menggandeng sejumlah pihak untuk memberikan bantuannya.

Bahkan sejumlah jurnalis yang tergabung dalam FKJT memberikan sumbangannya secara sukarela melalui kencleng yang disediakan di sekretariatnya. “Mereka yang akan menerima THR terlebih dahulu kami lakukan survey, kemudian mengajak sejumlah lembaga ataupun perorangan untuk menjadi donatur, berbagi kegembiraan lebaran untuk sesama. Rata-rata memang orang yang tidak mampu dan jompo serta yang sakit namun juga kondisinya memprihatinkan yang menjadi target pemberian bantuan kami, termasuk juga ke sarana ibadah,” paparnya.

Ia menyebutkan, tahun ini ada sekitar 100 paket yang dibagikan kepada masyarakat, termasuk untuk guru ngaji, pengurus masjid, dan lain sebagainya. “Meskipun tidak seberapa, namun kami berharap bisa memberikan kebahagiaan bagi mereka,” tandasnya. [Kus]