Birokrasi

Toleransi Umat Islam Jangan Diragukan Lagi

initasik.com, birokrasi | Semula Mukadimah, kemudian minta diganti dengan Pembukaan. Itu diamini. Asalnya Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, tapi ada yang protes. Mendesak untuk diubah. Meski berat, permintaan yang disertai ancaman itu, juga dipenuhi. Jadilah Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Sekalipun waktu itu umat Islam jumlahnya 99 persen, tetapi mengalah demi kebersamaan. Waktu itu umat Islam menerima permintaan kelompok lain terkait poin-poin dasar negara. Jadi, toleransi umat Islam jangan diragukan lagi,” tandas Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, saat memberikan amanat dalam upacara Hari Lahir Pancasila, di lapang Manonjaya, Kamis, 1 Juni 2017.

Begitupun dalam soal kebhinnekaan. Bupati menegaskan, umat Islam sejak dulu sudah menerima setiap perbedaan. “Tetapi akhir-akhir ini umat Islam sering dinilai tidak toleran. Sejarah membuktikan, yang memperjuangkan kemerdekaan mayoritas umat Islam,” tandasnya.

Ia meminta agar pemerintah pusat jangan terlalu membesar-besarkan ada organisasi yang antipancasila. Pemerintah harus bijaksana. Pemimpin harus bisa mengurus rakyat yang beda-beda keinginan.

“Pemerintah jangan gampang mencap organisasi ini atau organisasi itu antipancasila. Takut terjadi perpecahan di Indonesia. Saya harap ada ketenangan di negara ini. Pemerintah berkewajiban memberikan ketenangan kepada masyarakat. Sebagai santri, saya minta pemerintah jangan mudah mencap satu kelompok sebagai organisasi  yang antipancasila,” tutur Uu.

Ia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi memperdebatkan dasar negara. “Saya yakin, para ulama waktu memutuskan itu berdasarkan keilmuan dan hasil istikharah mereka. Saya harap, dari pada mempermasalahkan itu, mari kita bangun negeri ini. Jaga persatuan dan keamanan,” ajak bupati. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?