Peristiwa

Tradisi Akademik IAILM yang tak Ada di Tempat Lain

Kabupaten Tasik | Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) punya tradisi akademik yang tidak dimiliki perguruan tinggi lain. Semua mahasiswa yang akan diwisuda harus mengikuti dulu pesantren sarjana.

“Itu merupakan bagian dari sistem pendidikan di sini. Bagian dari akademik terakhir setelah mereka jadi sarjana,” ujar Rektor IAILM, Dr. Cecep Alba, MA, kepada initasik.com, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, tujuan diadakan pesantren sarjana itu agar mereka semakin yakin untuk mengembangkan potensi spiritual, sehingga menjadi pribadi yang berilmu amaliah beramal ilmiah.

“Dalam tasawuf, ilmu dan amal adalah kunci kebahagiaan. Di pesantren sarjana itu mereka diingatkan kembali bagaimana caranya mengembangkan potensi dirinya, sehingga bisa berguna bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Pesantren sarjana itu, tandas Cecep, sifatnya wajib. Semua harus ikut. Selama tiga hari, mahasiswa harus mengikuti segala kegiatan. Tidak boleh pulang, kecuali bila ada yang sedang hamil. “Insya Allah agenda wisudanya tanggal 3 September (besok). Jumlahnya sebanyak 283 dari Institut Agama Islam, dan 80 orang dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi,” sebut Cecep.

Acara wisuda yang akan digelar di Gedung Sukriya Bakti Kampus Latifah Mubarokiyah itu dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-110 Ponpes Suryalaya. Diagendakan, Menteri PAN-RB, Yuddy Chrisnandi, akan memberikan orasi ilmiah dalam acara tersebut. initasik.com|sep

Komentari

komentar