Peristiwa

Trotoar Dipakai Lahan Parkir, Kepala Dishub: Masih Mending

Kota Tasik | Kepala Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, Aay Z Dahlan, memberikan jawaban di luar dugaan saat ditanya soal trotoar yang dipakai lahan parkir. Menurutnya, aspeknya jangan dilihat dari segi parkirnya, tapi efektivitas penggunaan trotoar.

“Siapa yang harus menertibkan trotoar? Itu kan untuk pejalan kaki. Masih mending dipakai parkir. Pertanyaannya berlanjut, kenapa dipakai kaki lima, sama juga seperti itu,” ujarnya kepada initasik.com, Selasa, 6 Oktober 2015.

Pada prinsipnya, sambung Aay, pihaknya hanya mengatur dan mengelola parkir di badan jalan. Kalau ada parkir yang di trotoar, itu harus dilihat dari aspek penggunaan trotoar. “Sebetulnya bukan bisa atau tidak bisa menindak, tapi kondisinya sekarang fasilitas kita belum bisa dipilah-pilah sesuai dengan fungsi dan kondisinya. Keberadaannya masih perlu ditata,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Tasikmalaya, Asep M Permana, mengatakan, pihaknya tidak bisa ujug-ujug menertibkan trotoar yang dijadikan tempat parkir, karena harus ada rekomendasi dari OPD terkait, dalam hal ini Dishubkominfo.

“Itu jelas melanggar aturan. Trotoar bukan tempat parkir. Tindakan Pol PP adalah penegakan perda dan perwalkot. Di dalam pelaksanaanya apabila ada indikasi pelanggaran perda, itu kewenangan OPD terkait yang mempunyai kewenangan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian. Kecuali dalam proses pembinaan dan pengawasan outputnya tidak sesuai harapan, OPD terkait memberikan rekomendasi ke Pol PP. Endingnya penertiban,” papar Asep.

Salah satu titik yang sudah dijadikan tempat parkir adalah trotoar di Jl. Rumah Sakit Umum. Penduduk di sana memanfaatkan trotoar tersebut untuk memarkir motor-motor milik siswa SMAN 1 Tasikmalaya. Tiap hari seperti itu, kecuali waktu libur. Praktis, dari pagi sampai pukul dua siang, trotoar itu tidak bisa digunakan pejalan kaki. “Samotor Rp 3.000,” ungkap salah seorang penarik becak yang biasa mangkal di sana. initasik.com|shan

Komentari

komentar