Dok. Paguyuban Pangkas Rambut Tasik Singaparna
Ekbis

Tukang Cukur Asal Cigalontang Kabupaten Tasik Merantau Sampai Bali

initasik.com, ekbis | Kabupaten Tasikmalaya punya banyak daerah yang dominan dan melekat dengan usaha-usaha tertentu. Kecamatan Sukahening, misalnya. Beberapa kampung di kecamatan tersebut identik dengan pengusaha WC umum. Atau Cineam yang belakangan merajai pedagang tahu bulat keliling.

Begitupun dengan Kecamatan Cigalontang. Di daerah ini banyak yang menjadi tukang cukur, termasuk pengusaha pangkas rambut. Mereka tersebar di mana-mana, mulai Tasikmalaya, Bandung, Purwakarta, Cikarang, Bekasi, Jakarta, Depok, Tangerang, Cirebon, Kebumen, Tangerang Selatan, Ciamis, hingga Bali.

Ketua Paguyuban Pangkas Rambut Tasik Singaparna (PPRTS), Sofyan Tsauri Nur Arip, mengatakan, tukang cukur di daerah Cigalontang diperkirakan sudah ada sejak 1970-an. Namun, mulai bergeliatnya pada 1980-an. Jadi mata pencaharian utama. Sebelumnya sebatas kerja sampingan.

Salah satu tokohnya adalah Kang Memed (Alm), asal Kampung Cikutil, Desa Lengkongjaya. “Beliau sosok yang sangat berjasa bagi sebagian para jasa paras yang ada di kampung kami. Berkat beliaulah kami bisa terjun di dunia pangkas rambut ini. Beliau mendidik kami sampai bisa bekerja dan punya tempat usaha sendiri,” tuturnya.

Mengakarnya tukang cukur di daerah Cigalontang salah satunya dikarenakan mereka yang sudah ahli tidak pelit membagikan ilmunya kepada kaum muda. Terjadi juga sistem turun-temurun. “Seperti halnya saya, dari mulai buyut, kakek, paman, sampai saya pribadi dan adik saya jadi tukang cukur,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, warga Cigalontang yang menjadi tukang cukur bukan hanya dari satu desa, apalagi kampung. Di Desa Lengkongjaya saja ada banyak kampung yang masyarakatnya bermatapencaharian sebagai tukang cukur, seperti Kampung Kutil, Cinyungsang, Cijeruk, Parawan, Pamengpek, Saranieun, dan Kampung Sinangwangi.

Ada juga dari Desa Naggerang yang meliputi Kampung Nanggerang, Cipeundeuy, Galeong, Bantardahu, Legok, Kadunengang dan lain-lain. Atau Kampung Sukabirus, Sindangsono, Nyantong, dan Kampung Baleendah di Desa Sukamanah.

Baca juga: PPRTS Angkat Pamor Tasik di Dunia Pangkas Rambut

Suami Renti Yanis dan ayah dua anak itu mengaku mulai terjun ke dunia pangkas rambut sejak 1997. Bekerja di tempat punya orang lain. Itu dilakoninya selama 12 tahun. Sejak 2010 ia memutuskan untuk mandiri. Kini, ia punya ALONA Barber Shop, daerah Ciputat Timur, Tangerang Selatan. [Jay]