Salah satu tempat parkir dadakan di sekitar TPU Cieunteung | Syaepul/initasik.com
Peristiwa

Tukang Parkir di Sekitaran Pemakaman Umum Kantongi Jutaan Rupiah

initasik.com, peristiwa | Di suasana Hari Raya Idul Fitri, sepanjang jalan yang berdekatan dengan tempat pemakaman umum (TPU) Cieunteung, Kota Tasikmalaya, arus kendaraan padat merayap. Sulit bergerak. Banyak peziarah.

Bagi Dudung Sudrajat dan petugas parkir dadakan lainnya, kondisi seperti itu membawa berkah tersendiri. Ia menyulap tempat senam miliknya menjadi lahan parkir. Bukan yang pertama kalinya, itu rutin dilakukan setiap lebaran.

“Hampir semua yang punya rumah di sekitaran ini jadi tempat parkir dadakan. Turun-temurun seperti ini, sejak ada pemakaman di sini. Alhamdulillah, paling sedikit dapat Rp 600 ribuan perhari,” sebut Dudung.

Hal serupa dirasakan Saepul Ramdan, 33 tahun. Dia menyulap toko bangunan miliknya menjadi lahan parkir. Sedikitnya, ia dapat Rp300 ribu. “Ini dibagi-bagi lagi. Paling dapat untuk yang jaga Rp 50 ribu. Yang di pinggir saya ini, bisa mencapai Rp 1,5 juta perhari,” ujarnya.

Baca juga: Mengais Rupiah dari Peziarah Kubur di Pemakaman Umum

Di TPU Cinehel, warga sekitar menyulap lapangan sepak bola menjadi tempat parkir. Pengelolaannya dilakukan Karang Taruna. Disatulokasikan agar tidak terlihat semrawut. “Di sini berbeda dengan parkir yang di pintu satunya. Kurang tertata. Tidak dikelola langsung Karang Taruna. Kalau kami di sini ada yang bertugas sebanyak 25 orang. Pembayaran di satu pintu, pas mau pulang. Sehari bisa dapat Rp 3 jutaan,” tutur Iteng, salah satu penjaga parkir.

Menurutnya, uang hasil parkir itu dibagi-bagi untuk banyak pos, seperti DKM, kegiatan kepemudaan dan lainnya. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?