Peristiwa

Ujung Jalan Staf Kelurahan Pembuat Akta Kelahiran Palsu

initasik.com, peristiwa | Bertahun-tahun menipu warga, kelakuan busuk tiga orang staf kelurahan akhirnya terbongkar juga. Sejak 2005 mereka membuat akta kelahiran palsu. Lebih dari 40 kepala keluarga di Situhiang, Cibogo, Babakan, Ciatal, Ciangir, dan Cidolog, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, jadi korbannya.

Salah satu pelakunya adalah AA, staf Kelurahan Tamansari. Dibantu istrinya, ia berhasil menipu puluhan warga yang membutuhkan akta kelahiran bagi anak-anaknya. Istrinya itu bertugas menawarkan kepada warga untuk membuat akta kelahiran. Bahkan, ia promosikan dari pintu ke pintu. AA bagian membuat akta.

Untuk mengelabui warga, mereka minta syarat fotokopi KTP dan KK, plus sejumlah uang. Minimal Rp 100 ribu per orang. “Dulu memang tidak gebyar seperti sekarang dalam pengumuman pembuatan akta kelahiran itu,” ujar Sukanda (45), ketua RT 02 Situhiang.

Menurutnya, sejak awal memang terlihat ganjil. Soalnya, warga tidak meminta surat pengantar RT. Cukup dengan KTP dan KK. Setelah jadi dan digunakan daftar sekolah, ternyata itu akta kelahiran palsu. Ada sekolah yang jeli melihat itu.

Sukanda mengaku sempat membawa tujuh akta milik warganya dan mendatangi Kelurahan Tamansari untuk meminta pertanggungjawaban dari yang bersangkutan. “Saat itu tidak ada tindak lanjutnya dan yang bersangkutan sepertinya tidak ada itikad baik kepada warga,” tandasnya.

Maskilah (37), warga RT 02 RW 10 Situhiang, salah satu korban, mengatakan, ia membuatkan akta kelahiran bagi tiga anaknya. Totalnya bayar Rp 300 ribu. “Saya memang tidak memiliki surat nikah, karena dulu katanya harus ditebus di KUA, tetapi tetap ketika didatangi juga di KUA tidak ada catatan pernikahan saya,” sebutnya saat yang ditemui di rumahnya.

Maryati, warga Cibogo, bernasib sama. Begitu juga Dede Kuraesin, Enur, dan warga lainnya. “Rata-rata warga saya yang membuat akta kelahiran kepadanya tidak memiliki surat nikah,” ungkap Darli, ketua RT setempat.

Mendengar kasus tersebut, Kapolsek Tamansari, AKP Dani Prasetya, bergerak cepat. Alhasil, para pelaku telah diamankan. Ternyata bukan hanya AA, ada juga Yn, masih staf Kelurahan Tamansari, dan Wh, staf Kelurahan Awipari. Mereka diamankan bersama barang bukti, berupa satu unit komputer dan akta-akta kelahiran palsu.

Dani menjelaskan, akta palsu itu dibuat hanya dengan gambar yang diunduh dari internet, kemudian diedit untuk memasukkan nama-nama korban. Setelah beres dicetak menggunakan kertas HVS, lalu dilaminating. Tanpa hologram. Kontras dengan yang asli. [Kus]

Komentari

komentar