Peristiwa

Untung Menjual Bendera NKRI

initasik.com, peristiwa | Komar, warga Kota Tasikmalaya, sehari-hari biasanya jualan makanan di sekolah. Namun, setiap jelang Agustusan, ia alih usaha. Jualan bendera Merah Putih. Mangkal di trotoar. Itu mulai dilakoninya sebulan sebelum peringatan Hari Kemerdekaan.

Selama sebulan itu, penghasilannya tiga kali lipat dari jualan makanan. Bisa dapat Rp 4 juta. Kendati penghasilannya besar, pria berusia 48 tahun itu, mengatakan, berjualan bendera diperlukan kesabaran ekstra.

“Dagang yang seperti ini tidak sekaligus ramai. Biasanya mulai ramai empat hari sebelum 17 Agustus,” ujarnya, Selasa, 31 Juli 2018.

Menurutnya, harga sebuah bendera beragam. Tergantung ukuran. Untuk ukuran standar yang biasa dipakai upacara adalah 1,5 meter. Harganya kisaran Rp 75 ribu. Kualitas bahannya berani diadu. “Kalau dari daerah lain bahan benderanya suka mengerut. Saya pakai bahan mirip katun. Selain lebih keras, pastinya lebih awet,” jelasnya.

Asep, penjual bendera lainnya, mengatakan, saat ini jualannya memang belum ramai. Agustusan masih lama. Kendati begitu, ia pernah dapat pesanan untuk dikirim ke luar daerah. “Misalnya buat ke Yogyakarta. Kemarin ada yang pesan dua kodi buat dijual lagi,” imbuhnya.

Senada dengan Komar, Asep menyebutkan, bendera Merah Putih buatan Tasik jauh lebih bagus dibanding daerah lain. “Lebih baik agak mahal sedikit daripada kualitasnya jelek,” tandasnya. [Eri]