Ekbis

“Usaha Itu tidak Ada yang Pasti…. Terus melangkah!”

Kota Tasik | Jika sukses itu memiliki banyak rumah makan yang diburu para penikmat kuliner, Hairul Anam, 45 tahun, layak masuk kategori tersebut. Warga Jl. Panglayungan, Cipedes, Kota Tasikmalaya, itu kurang sukses apa?

Warung sangu Nini Anteh di Jl. Dewi Sartika, Kota Tasikmalaya, misalnya, sejak dibuka langsung mencuri perhatian. Penataan tempat dan penyajian makanan yang bergaya tempo dulu menjadi daya tarik kuat, di samping rasa yang cocok di lidah. Tak heran, tiap hari rumah makan itu selalu ramai. Sebulan, omzetnya mencapai Rp 400 juta.

Belum lama ini, putra kesembilan dari 12 bersaudara dari pasangan H. Muhdiat dan Hj Siti Suhaedah, itu membuka lagi dua rumah makan di Jl. Yudanegara, Kota Tasikmalaya, yaitu Moro Kejo dan Padang Parasmanan. Sebelumnya, ia pun sudah merintis Jolly Joy dan rumah makan Balakecrakan. Bahkan, ia berencana membuka rumah makan di Jakarta, join dengan salah seorang pengusaha terkenal.

Keberhasilannya dalam mengembangkan usaha rumah makan, tidak membuat suami dari Devi Silvia dan ayah empat anak itu rakus dunia. Makanya ia berencana menjual Jolly Joy untuk masa depan hakikinya. “Kalau ada yang minat, saya mau jual Jolly Joy Rp 6 miliar. Uangnya untuk membangun masjid,” ujar Hairul kepada initasik.com, dalam satu kesempatan.

Ia menegaskan, “Sukses itu ukurannya bukan dunia. Bukan dengan banyaknya harta, tapi ada di hati. Kita akan merasakan kebahagiaan sejati saat dekat dengan Allah SWT. Saat itu kita tidak ingin apa-apa, hanya ingin bersama Allah. Bukan dengan isi dunia.”

Menurutnya, dalam berbisnis atau kerja apapun, sangat penting untuk selalu dekat dengan Allah SWT. Setiap langkah harus karenaNYA. “Sebelumnya saya jauh dengan Allah. Bangga kalau dekat dengan orang-orang hebat, tapi jauh dengan Allah,” tandasnya.

Bersyukur ia sering ditipu orang, rugi ratusan juta rupiah, dan tempat usahanya kebakaran, sehingga membuatnya sadar untuk mengembalikan segalanya kepada Allah SWT. “Yang sukses dunia itu banyak. Tapi kita pasti ingin sukses dunia dan akhirat. Bergaul dengan orang-orang berilmu dan paham agama itu penting. Anak saya yang kecil sekarang bisa menyisihkan uang jajannya untuk masjid,” paparnya.

Ditanya soal kiat sukses mengembangkan bisnis rumah makan, ia menjawab, sering menjajal rumah makan milik orang lain adalah salah satu jurusnya. Bukan sekadar makan, tapi menganalisa segalanya, mulai rasa sampai penataan tempat.

“Usaha itu tidak ada yang pasti. Melangkah saja. Terus melangkah. Dapat ilmu baru, amalkan. Terus berinovasi. Saya pun tidak menyangka akan seperti sekarang. Padahal dulu pernah jadi pelayan rumah makan,” ungkapnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar