Peristiwa

Ustaz Alfian Tajung Ingatkan Bahaya Komunis dan Syiah

 

Kota Tasik | Dosen Universitas Prof. Dr. Hamka yang juga peneliti gerakan komunis, Ustaz Alfian Tanjung, mengingatkan tentang bahaya komunis dan Syiah. Umat Islam jangan lengah. Rapatkan barisan. Tingkatkan kualitas ibadah. Perbanyak amalan sunnah. Perluas wawasan.

Ia mengatakan, komunisme yang bersarang dalam tubuh Partai Komunis Indonesia merupakan gerakan penuh dendam yang merasa belum pernah membubarkan diri. “Mereka sedang persiapan reproklamasi PKI,” ungkapnya saat ceramah di pengajian umum yang diselenggarakan Majelis Taklim Khotmil Quran Al-Jamaah, Cicurug, Tawang, Kota Tasikmalaya, Minggu, 2 Oktober 2016, malam.

Menurut dia, saat ini PKI sudah bangkit. Di beberapa daerah bendera palu arit sudah dikibar-kibarkan di tempat umum. “Sayangnya, anak-anak kita banyak yang tidak tahu PKI. Padahal, hari ini PKI ada di istana. Hari ini PKI ada di balai kota. Hari ini PKI hari ada di televisi. Hari ini PKI ada di buku-buku pelajaran,” tuturnya.

Ia mencontohkan, di Sukabumi ada buku lembar kerja siswa yang isinya menyatakan bahwa sistem pengelolaan negara kita adalah komunis. Lalu, sejak 2004, dalam beberapa buku sejarah yang ditulis kader-kader PKI tidak lagi disebutkan G30S/PKI, tapi G30S. Nama PKI-nya dihilangkan.

Gerakan komunis, sebutnya, sudah ditegaskan oleh sekitar 907 ulama seluruh Indonesia pada pertemuan di Palembang, 1957 silam. Dalam pertemuan empat hari itu, ulama menyatakan komunis adalah ideologi yang batal dan membatalkan syahadat.

“Gerakan mereka hari ini semakin kuat. Selama kurun waktu 2004 sampai 2014 sebanyak 13 angkatan kader-kader PKI dikirimkan ke Beijing. Mereka sudah bergerak secara sistematis, sementara kita santai-santai saja. Masyarakat umum masih banyak yang tidak tahu apa-apa,” paparnya.

Di lain sisi, sambung Ustaz Alfian, gerakan Syiah pun semakin membesar. Pada satu titik, Syiah dan PKI akan bersekutu menghabisi umat Islam. “Perkuat barisan. Akhir zaman sudah dekat,” tandasnya. initasik.com|shan

 

Komentari

komentar