Lapang Manonjaya | Jay/initasik.com
Peristiwa

Wakil Bupati Tasik Kaget Alun-alun Manonjaya Dipugar, Dinas: Itu Masukan Bupati


initasik.com, peristiwa | Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengaku terkejut sekaligus prihatin dengan pemugaran Alun-alun Manonjaya. Menurutnya, tempat itu merupakan satu dari sedikit situs sejarah perjalanan Tasikmalaya yang masih ada.

“Masjid dan Alun-alun Manonjaya adalah bukti peninggalan yang diakui sebagai cagar budaya periode Islam di tatar Priangan. Itu tidak bisa dinilai dengan rupiah. Tapi kelak, anak-anak sekolah hanya bisa membaca dan melihat gambarnya, karena situs itu sudah berubah bentuk dan fungsi,” tuturnya.

Alun-alun Manonjaya tidak hanya sebagai bukti keberadaan kerajaan Islam di bumi Sukapura, tapi juga tempat upacara bendera pertama kali setelah Bung Karno memproklamirkan Indonesia merdeka.

“Memang sebaiknya Alun-alun itu ditata, sehingga terlihat lebih indah. Namun, pembangunan itu jangan sampai mengubah bentuk dan fungsi. Masyarakat tetap masih mengenal dan memanfaatkan situs tersebut sebagai alun-alun, bukan taman kota,” papar Ade.

Diwawancara via telepon, Kabid Perencanaan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tasikmalaya, Endang Sae, mengatakan, penataan Alun-alun Manonjaya tidak akan menghilangkan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Justru, katanya, penataan itu untuk mengembalikan keasrian Alun-alun Manonjaya dengan penghijauan, sehingga masyarakat merasa nyaman. Itu merupakan pembuatan ruang terbuka hijau. Bukan hanya di Manonjaya, tapi juga daerah lainnya.

Kepala Seksi Perencanaan Bangunan Gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tasikmalaya, Agus Hermawanto, pembangunan alun-alun itu merupakan masukan dari bupati Tasikmalaya.

“Kita menata tidak semuanya. Targetnya, pada tanggal 25 Desember nanti sudah selesai. Di tahun depan kalau ada anggaran insy Allah penataan ditingkatkan sampai 75 persen,” sebutnya. [Dmg/Dan]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?