Peristiwa

Waktu itu, Rupiah Pasir Besi Cipatujah Mengalir Liar

Kabupaten Tasik | Pembunuhan sadis Salim Kancil, petani asal Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akhir September lalu, melontarkan ingatan ke penambangan pasir besi di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Di manapun, termasuk Cipatujah, intrik-konflik seperti itu tak bisa dilepaskan dari penambangan pasir besi. Pro-kontra mengemuka. Banyak yang menolak, tapi tidak sedikit yang mendukung habis-habisan. Bila perlu, bunuh siapa saja yang merintangi. Izin ditolak, uang bicara. Jika masih menolak, golok punya kuasa.

Bagi para pengusaha dan kroninya, pasir besi adalah hamparan rupiah yang melimpah. Dalam sehari, ada seorang pengusaha yang mendapat omzet lebih dari Rp 1 miliar. Tak heran, sejak 2004 pasir besi di sepanjang pantai Cipatujah sampai Cikalong habis dikeruk. Sedikitnya ada 24 perusahaan tambang yang beroperasi.

Beberapa waktu lalu, initasik.com bertemu dengan bekas tangan kanan pengusaha pasir besi Cipatujah. Ia bercerita banyak soal pengalamannya hidup foya-foya sampai terpuruk setelah penambangan ditutup, pertengahan 2014.

“Dalam sebulan biasa mengeluarkan uang Rp 65 juta untuk membayar japrem (jatah preman), mulai Cipatujah sampai Tasik (kota). Itu pengeluaran kecil. Baru untuk bayar titik-titik (pos japrem) saja,” sebut, belum lama ini.

Menurut dia, angka Rp 65 juta itu termasuk kecil. Ada yang lebih besar dari itu. Ratusan juta rupiah mengalir ke para pejabat, baik berbentuk mobil atau berupa bantuan non-uang. Belum lagi anggaran untuk foya-foya. Sekali belanja sabu-sabu, misalnya, sampai merogoh Rp 250 juta, dan habis dipakai dalam hitungan hari. “Kalau ke tempat karaokean kita bisa menghabiskan Rp 18 juta,” sebutnya tanpa merinci untuk apa saja pengeluaran uang sebesar itu.

Ia mengaku, setelah penambangan pasir besi ditutup, keadaannya berubah drastis. Uang sulit didapat. Jangankan untuk foya-foya, buat menutupi kebutuhan sehari-hari saja susah. “Dulu, waktu penambangan masih jalan, hampir semua kebagian. Selain mengeluarkan untuk kepentingan sosial, para pejabat pun dapat jatahnya,” tandasnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar