Ekbis

Wali Kota Tasik Ingatkan Pemilik Pool Bus tidak Khawatir Kehilangan Penumpang

initasik.com, ekbis | Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, meminta para pengusaha bus yang mempunyai pool untuk menghidupkan Terminal Tipe A Indihiang. Saat ini, pihaknya masih menunggu payung hukum yang melarang pool menaikkan atau menurunkan penumpang.

“Kami berharap pengertian dan kerja sama dari para pengusaha bus untuk tidak menaikkan atau menurunkan penumpang di pool, sehingga terminal ini bisa hidup,” ujarnya usai melepas pemberangkatan bus dalam program balik gratis di Terminal Tipe A Indihiang, Jumat, 30 Juni 2017.

Ia mengaku sudah mendengar akan ada pelarangan kepada pool untuk tidak menaikkan atau menurunkan penumpang. Namun, sampai saat ini aturan bakunya belum pasti. “Bila payung hukumnya sudah jelas, kami siap melaksanakan aturan itu,” tandasnya.

Menurutnya, para pengusaha bus tidak perlu khawatir kehilangan penumpang bila kelak pelarangan itu diberlakukan. Pasalnya, masing-masing sudah punya trayek dan pasar penumpang yang jelas. “Kami mengajak pemilik pool untuk menghidupkan terminal. Jangan takut kehilangan penumpang, karena trayeknya sudah jelas,” kata Budi.

Kepala Terminal Tipe A Indihiang, Jenny Maria, mengatakan, pada 16 Desember 2016 pihaknya menerima edaran dari Dirjen Perhubungan yang berisi sanksi bagi pool-pool bayangan yang menaikkan atau menurunkan penumpang.

“Tapi sanksi itu berlaku bagi pool yang tidak berizin. Bila bandel, izin trayeknya akan dicabut. Sedangkan pool Budiman dan Primajasa sudah berizin. Jadi, sementara ini masih bisa menaikkan atau menurunkan penumpang,” sebutnya.

Menurutnya, dalam KM 35/2013 dijelaskan, pool boleh melakuakn itu. “Sekarang, keputusan menteri itu sedang direvisi. Mungkin isinya menegaskan kalau pool hanya untuk menyimpan kendaraan atau bengkel, dan tidak boleh menaikkan atau menurunkan penumpang.” Tuturnya.

Kemungkinan itu peluangnya kuat, karena saat ini Terminal Tipe A Indihiang sudah dikelola pemerintah pusat. Keberadaannya harus hidup, tidak sepi seperti sekarang. Kaitannya dengan penerimaan negara bukan pajak. [Jay]