Peristiwa

Wali Kota Tasik Tepis Kabar “Fee” Proyek

initasik.com, peristiwa | Kabar soal fee proyek dari pemborong kepada pemerintah masih berhembus sampai sekarang. Rekanan wajib membayar uang pelicin agar bisa mendapatkan jatah pekerjaan. Besarannya antara sepuluh sampai lima belas persen. Bayaran itu tentu saja di luar ketentuan. Tidak ada aturannya.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menepis kabar tersebut. Menurutnya, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir adanya kasus tindak pidana korupsi di lingkup Pemkot Tasikmalaya.

Salah satunya menerapkan teknologi berbasis jaringan dalam teknis pelaksanaan setiap pekerjaan yang berhubungan dengan anggaran. “Kita terbuka sekarang. Sistemnya online,” ujar Budi usai menghadiri peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-58, di Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Senin, 23 Juli 2018.

Ia menegaskan, kabar soal adanya fee dari setiap proyek adalah tidak benar. Semua itu sudah diantisipasi dengan sistem online. “Kita hindari semua itu, sekarangkan dalam proyek ada lelang semua. Kita ada LPSE. Lewat internet,” dalihnya.

Sementara itu, Kajari Kota Tasikmalaya, Salamat Simanjuntak, mengatakan, selama menjabat empat bulan ini, pihaknya tengah menuntaskan dugaan korupsi terkait pembangunan jalan lingkar utara.

Menurutnya, kejaksaan telah menetapkan satu orang tersangka, yakni mantan panitra Pengadilan Negeri Kota Tasikmalaya, dan menyita beberapa barang bukti, seperti dokumen-dokumen tanah serta bangunan. “Komitmen kami, setiap ada perkara yang merugikan akan kita bongkar,” tandasmya. [Eri]