Seni Budaya

Warga Cisolok Gotong Royong Menjaga Budaya

Kabupaten Tasik | Gotong royong warga Dusun Cisolok, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, patut diapresiasi. Mereka bahu-membahu bukan hanya dalam membangun jalan atau fasilitas umum lainnya, tapi juga dalam berkesenian.

Lingkung Seni Margaluyu adalah buktinya. “Hoyong ngayakeun alat, kudu gerak heula sadayana. Aya nu ngala keusik, ngored, atawa damel naon wae. Hasilnya itu dibelikan sama alat, sound system, dan membuat sanggar. Semua hasil gotong royong, Kami tidak mengandalkan donatur, ini menjadi bukti mereka ingin berkesenian,” kata Ae Hasanudin, pembina Lingkung Seni Margaluyu, di sela latihan.

Menurutnya, di Dusun Cisolok ada kesenian calung, kiliningan, pencak silat, reog, qasidah, karinding, dan kecapi-suling. Latihannya dua minggu sekali, yaitu malam Rabu dan malam Minggu.

“Grup ini berdiri sejak tahun 90-an. Terus saya melakukan pembinaan, mereka diberikan pemahaman tentang seni calung dan yang lainnya. Kepengurusannya sempat tidak ada, beberapa tahun kemudian muncul grup perempuannya. Mulai saat itu yang menonjolnya perempuan,” ungkap pria yang memiliki panggilan akrab Ade Petit itu.

Abdul Fatah Hidayat, ketua Lingkung Seni Margaluyu, menambahkan, pembangunan sanggar pun merupakan hasil gotong royong. “Ti mimiti daun tepus, sadaya anggota nyandak ke gunung. Diusahakeun, abdi samudayana kuat dalam persatuan, sauyunan. Tah eta teh anu bisa bertahan salami ieu. Sing banyak rintangan oge, alhamdulillah bisa bertahan,” tuturnya.

Ia mengaku senang hidup dalam dunia kesenian. Tidak ada pikiran jelek, tidak ada yang membebani. “Ari atos kieu mah janten bingah. Anu utamina mah seueur wargi,” ujarnya. initasik.com|syamil

Komentari

komentar