Birokrasi

Warga Kota Tasikmalaya yang Memiliki Akta Kelahiran Baru 60 Persen


initasik.com, birokrasi | Warga Kota Tasikmalaya yang memiliki akta kelahiran baru 60 persen. Banyak faktor yang menyebabkan itu. Salah satunya pemahaman masyarakat tentang pentingnya memiliki akta masih rendah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya, Imih Misbahul Munir, mengatakan, dari 690.495 jumlah penduduk belum semuanya memiliki akta kelahiran. Masih ada 40 persen yang belum punya.

Tapi, katanya, kondisi itu lebih bagus dibanding saat dirinya baru masuk Disdukcapil. Dulu, hanya 40 persen yang punya akta kelahiran. Sekarang sudah 60 persen. “Kami menggenjotnya dan mengeluarkan kebijakan memangkas berbagai birokrasi dan persyaratan yang menyulitkan,” tandasnya.

Selain sosialisasi tentang pentingnya akta kelahiran, pihaknya juga memberikan pelayanan keliling. Proses di tempat. Meski begitu, tetap saja tidak bisa menyentuh semua warga, karena masih banyak yang tidak memiliki surat nikah sebagai salah satu persyaratan wajib membuat akta kelahiran.

Untuk syarat lain, misalnya keterangan dari RT/RW dan KTP saksi, Imih mengaku sudah menghapusnya. Bila semua persyaratan sudah lengkap, sehari juga beres.

Baca: Ujung Jalan Staf Kelurahan Pembuat Akta Kelahiran Palsu

Disinggung soal akta-akta kelahiran palsu yang marak di Kecamatan Tamansari, Imih mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan polsek, camat, serta kelurahan setemat. “Bila ada staf dan bawahan saya yang ikut bermain, laporkan. Usut sampai tuntas. Jangan hanya berhenti di tiga orang pelaku,” tandasnya.

Kabid Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya, Deni Kurniawan, menambahkan, pihaknya mudah saja menilai asli tidaknya akta kelahiran. Di blangkonya ada security printing. Itu susah dipalsukan, karena berkaitan kode wilayah serta lainnya. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?