Peristiwa

Warga Paledang Kian Tersiksa Pembuatan Gorong-gorong Dekat Plaza Asia

initasik.com, peristiwa | Eti Rumiati, warga 04/05 Paledang, Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya, membuang napas panjang saat diwawancara initasik.com, di rumahnya, Jumat, 15 Desember 2017. Raut mukanya tampak kusut. Ia mengaku lelah.

Belum lama ini, ia harus begadang membersihkan rumahnya dari air banjir. Kini, hal itu harus dilakukannya lagi. Rumahnya kembali kebanjiran. “Waktu banjir yang kemarin juga saya sampai sakit. Flu sama batuk. Gara-gara membuang air yang masuk rumah sampai malam,” ujarnya sembari menghela napas.

Bukan hanya Eti. Puluhan warga di RT 03 dan RT 04 mengalami nasib serupa. Mereka harus membersihkan rumahnya dari air banjir yang masuk ke dalam dengan ketinggian mencapai 25 cm. Beberapa barang diamankan agar tidak basah, meski sebagian tetap kena air juga.

“Di sini sudah beberapa kali banjir. Kalau tidak salah sudah empat kali. Tapi sekarang ini yang paling parah. Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah sampai 25 cm,” sebut Dede Jumantara, warga RT 04.

Ia menyebutkan, daerahnya mulai terkena banjir sejak ada pembangunan beberapa perumahan di sekitarnya. Perumahan-perumahan itu menutup daerah resapan dan memperkecil selokan, sehingga tidak mampu menampung air yang datang saat datang hujan besar.

Hal itu dibenarkan Hendar Suhendar, ketua RT 04. Menurutnya, sejak ada pembangunan perumahan di sekitar wilayahnya, daerah tempat tinggalnya pasti kena banjir. Namun, banjir kali ini lebih parah setelah ada pembuatan selokan dalam proyek gorong-gorong.

“Mudah-mudahan ini tidak sampai malam. Waktu banjir sebelumnya kami harus begadang sampai pukul dua malam. Harapan kami, pemerintah segera menanggulangi masalah di sini. Kami ingin hidup nyaman ketika datang hujan seperti sekarang. Jangan banjir lagi,” tuturnya.

Awan Setiawan, ketua RT 03, menjelaskan, banjir parah yang terjadi di daerahnya lantaran pengerjaan gorong-gorong di dekat Plaza Asia, terutama pembuatan selokan yang membelah jalan dari gang MI Cibaregbeg ke samping kantor OJK.

“Karena ada selokan itu, air jadi masuk ke selokan kecil yang ada di sini. Jelas, itu tidak akan menampung. Sebelumnya tidak begini. Kami warga di sini tidak pernah diberi tahu sebelumnya tentang pembuatan selokan itu,” sesalnya. [Jay]