Dok. initasik.com
Peristiwa

Warga Protes Proteksi Taman Singaparna yang Berlebihan


initasik.com, peristiwa | Proteksi Taman Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, dinilai berlebihan. Banyak warga protes. Akses masuk ke tempat tersebut sulit. Pintu sebelah timur yang berhadapan dengan pasar dikunci rapat dengan gembok dan rantai besar yang membelit pintu.

Di pintu bagian barat yang berhadapan dengan Masjid Agung Singaparna hanya dibuka untuk masuk satu orang saja. Itupun dengan gembok dan rantai yang dibiarkan menggantung begitu saja.

“Waktu kecil saya suka diajak ibu jalan-jalan ke sini. Meski sekadar makan bersama dengan bekal nasi dan lauk dari rumah, suasananya sangat gembira. Lalu ibu berbelanja ke pasar. Itu rutin dilakukan seminggu sekali, meskipun harus naik angkutan pedesaan atau sewa mobil bak terbuka,” tutur Faisal, 40 tahun, warga Kecamatan Leuwisari.

Namun kini, kondisinya berubah jauh drastis. Ada perasaan malas masuk ke dalamnya. Padahal, suasananya rindang dengan pepohonan membuat udara lebih segar, ditambah dengan kebersihannya yang terjaga.

Nata, tokoh warga setempat, berpendapat, jika Taman Singaparna itu ditata sedemikian rupa, dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan akses masuknya lebih bebas, akan sangat ramai dan banyak dikunjungi. Tidak seperti saat ini yang terlihat sepi.

“Warga di sini sering berceloteh kenapa tidak sekalian dijadikan tempat pemeliharaan babi saja kalau keadaannya seperti sekarang. Saya hanya tertawa. Memang jika dimanfaatkan sebagai wahana edukasi, di sini akan sangat bagus karena suasana serta tempatnya begitu mendukung,” tuturnya.

Pernyataan senada dilontarkan Lala, salah seorang pegawai pemerintahan di wilayah Kecamatan Singaparna. Menurutnya, pengelolaan taman tersebut seperti setengah hati untuk dijadikan sebagai ruang publik.

“Lihat Taman Kota dan Alun-alun di Kota Tasikmalaya, Taman Raflesia di Ciamis, serta alun-alun Kota Banjar, warga begitu antusias setiap hari datang. Tidak seperti di sini. Sepi pengunjung,” ujarnya. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?