Informasi

Warga Salawu Tunggu Hasil dari Tim Ahli Geologi; Tetap Tinggal atau Pindah

initasik.com, informasi | Puluhan warga Dusun Babakan Sarongge dan sekitarnya, Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, hidup dalam ketidakpastian. Sejak kampung mereka dilanda pergerakan tanah, pertengahan November 2017, sampai sekarang belum menerima hasil penelitian tim ahli geologi.

Kepala Desa Sukarasa, Tete Abdul Manaf, menyebutkan, tim ahli tersebut berjanji akan memberikan hasil penelitiannya sepuluh hari sejak musibah terjadi. Namun, sampai sekarang hal itu belum diterimanya.

“Bagi kami, itu penting. Keputusan dari tim ahli geologi menentukan nasib warga kami. Apakah kampung di sini masih bisa ditinggali atau tidak? Kalau tidak, warga kami harus direlokasi ke mana?” tutur Tete.

Sampai saat ini, sebagian warga yang rumahnya hancur, masih tinggal di kantor desa. Ia berharap, tim ahli geologi bisa secepatnya memberikan hasil, sehingga kehidupan warganya bisa segera kembali ditata.

Kepala Dusun Babakan Sarongge, Iin Saripudin, menambahkan, selain membuat jalan retak, akibat pergerakan tanah tersebut ada banyak rumah warga yang rusak parah dan rusak sedang. Banyak di antaranya yang tidak bisa ditinggali lagi.

“Selama ini nasib warga menggantung. Mereka kebingungan. Setiap hari mereka bertanya bagaimana ke depannya dan kapan akan ada kepastian untuk kembali hidup normal seperti biasanya,” papar Iin.

Ia menegaskan, kebingungan warga bukan tanpa alasan. Mereka hidup dalam ketidakpastian. Apakah akan kembali tinggal di tempat semula atau direlokasi? “Kami berharap secepatnya dapat laporan dari tim geologi. Kalau direlokasi, kami harus ke mana? Ini menyangkut nasib ratusan orang. Bukan satu dua orang,” tandasnya.

Terpisah, Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan, pihaknya sudah sering memberikan imbauan agar tidak membangun rumah di tebing-tebing, apalagi daerah Salawu rawan pergeseran tanah.

“Tolong kalau membangun rumah jangan seenaknya. Jangan membangun rumah di tebing-tebing. Tapi tetap saja masyakarat bangun rumah di sana. Baiknya komunikasi dulu dengan pemerintah desa dan kami, biar kami juga bisa memberikan petunjuk,” ujarnya.

Ia mengatakan, warga yang selama ini tinggal di daerah-daerah yang terkena pergeseran tanah akan direlokasi. Namun, bupati tidak menyebutkan akan direlokasi ke mana dan kapan akan dilakukan. [Dan]