Peristiwa

Warga Tanjungsari Senang Jembatan Mudik Sudah Rampung

initasik.com, peristiwa | Rahmat, warga Leuwidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, tampak santai menghisap rokoknya sembari menyaksikan peresmian pembangunan jembatan mudik, Senin, 16 April 2018.

Ia mengaku senang dengan rampungnya jembatan tersebut. “Kalau lewat jalan raya, lebih jauh. Harus memutar ke Manonjaya dulu. Kalau lewat sini enak. Bebas macet dan pemandangannya juga bagus. Intinya lebih hemat waktu. Nanti tahu-tahu sudah masuk Tamansari, Kota Tasikmalaya,” tuturnya sambil membuang asap rokok.

Nama jembatan itu terbilang unik. Jembatan mudik. Diberi nama itu lantaran jembatan tersebut berada di atas Sungai Cikembang. Namun, kebanyakan masyarakat sekitar menyebutnya sungai mudik. Jembatan dengan panjang 28×4 meter itu menghubungkan dua desa, yaitu Desa Tanjungsari dan Desa Cibeber.

Kepala Desa Tanjungsari, M. Farid Dahlan, menjelaskan, pembangunan jembatan mudik merupakan kesepakatan antara dua desa untuk mempermudah akses bagi masyarakat. “Dari dulu, jembatan ini sudah ada, tapi hanya jembatan gantung. Itupun setahun yang lalu hanyut terbawa arus sungai. Alhasil warga yang mau melintas harus mengakses jalan yang lebih jauh,” tuturnya.

Ia menyebutkan, pembangunan dilakukan selama kurang lebih 2 bulan dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 520 juta. Pembiayaannya dibebankan kepada dua desa. Masing-masing Rp 260 juta.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengapresiasi pembangunan yang dilakukan di Desa Tanjungsari. “Semoga niat dan upaya bersama ini menjadi amal kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita tidak mungkin bisa membangun sendirian. Harus ada kebersamaan,” ujarnya. [Eri]

Komentari

komentar