Warna-warni Kota Tasikmalaya di Malam Terakhir 2015
Peristiwa

Warna-warni Kota Tasikmalaya di Malam Terakhir 2015

Kota Tasik | Kamis, 31 Desember 2015, sekitar pukul delapan malam. Jalan Hazet lengang. Lalu-lalang orang masih terbilang jari. Hujan menahan warga untuk jalan-jalan di jalur yang sudah ditutup untuk kendaraan bermotor itu. Mereka memilih berteduh di sepanjang trotoar.
Di tengah jalan, dekat tugu Adipura, beberapa anak muda terlihat kompak menata tata letak pintu gerbang Syukur Waktu 4. Itu adalah acara seni-budaya yang digelar untuk menyambut tahun baru. Saat hujan mereda, Syukur Waktu 4 dimulai. Atraksi kuda lumping membuka acara yang dikemas Komunitas Cermin Tasikmalaya itu.

Sementara di tempat lain, di Masjid Agung, komunitas One Day One Juz (ODOJ) Tasikmalaya menggelar malam bina iman takwa atau Mabit. Bukan hanya khataman 30 juz, tapi juga ada belajar tilawah, ceramah, dan tahajud.

Tak jauh dari masjid, sebagian orang memilih kongkow di sebuah cafe sambil mendengarkan musik. Hentakan drum terdengar hingga ke jalan. Di Hotel Santika, acara melepas malam terakhir di 2015 lebih wah lagi. Ada acara Glow Party New Year 2016. Untuk bisa masuk ke acara tersebut, pengunjung harus beli tiket seharga Rp 150.000.

Selain band, penampilan dancer dan DJ menjadi sajian pesta yang dihelat di arena kolam renang itu. Gemerlap lampu dan musik yang menghentak memancing sebagian pengunjung untuk berjingkrak. Tepat pukul 12 malam, suasana semakin riuh. Musik, terompet, kembang api, dan teriakan saling beradu suara. Bergemuruh.

Di waktu yang hampir bersamaan, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman dan unsur muspida, meresmikan tugu Asmaul Husna di perempatan Nagarawangi. Sebelumnya, sekitar pukul setengah sebelas, polisi mengurai kerumunan geng motor XTC di area Taman Dadaha. Salah satu dari mereka kedapatan membawa senjata tajam. initasik.com|shan-syamil

Komentari

komentar