Peristiwa

Wartawan Abal-abal dan Anggota LSM Peras Rumah Sakit

Kabupaten Tasik | Tiga wartawan abal-abal dan seorang anggota LSM dijebloskan ke penjara, karena memeras Rumah Sakit Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Modus yang dilakukan mereka adalah meminta konfirmasi atas adanya pungutan kepada salah seorang pasien Jamkesda di rumah sakit tersebut, 10 Agustus 2015.

Ternyata mereka hanya pura-pura konfirmasi. Niatnya mau memeras dengan meminta Rp 12 juta jika kasus itu tidak ingin diberitakan. Mereka pun mengintimidasi oknum petugas rumah sakit. Namun, saat mereka menerima uang sebesar Rp 7 juta, aksinya keburu diendus pihak Satreksrim Polres Tasikmalaya.

“Mereka kami tangkap saat akan melakukan transaksi selanjutnya, karena uang mereka terima tak sesuai permintaan. Setelah adanya laporan dari pihak rumah sakit, kami langsung bergerak dan berhasil membekuk mereka,” ujar Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, Jumat, 21 Agustus 2015. Keempat pelaku terancam hukuman di atas tujuh tahun penjara.

Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Tasikmalaya, Eli Hendalia, mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan internal atas pungutan tersebut. “Saya tekankan, RSUD tidak memungut biaya apapun bagi pasien Jamkesda. Kalaupun ada, itu oknum PNS di lingkungan rumah sakit. Kami sedang menyelesaikannya dengan bagian kepegawaian Kabupaten Tasikmalaya,” tuturnya melalui sambungan telepon.

Diduga, oknum PNS tersebut memungut biaya Rp 4.000.000 kepada pasien Jamkesda agar proses pengobatannya bisa segera diatasi. initasik.com|dzm

Komentari

komentar