Peristiwa

Wastafel di WC Masjid Agung Kabupaten Kotor

Kabupaten Tasik | Puluhan wastafel di Masjid Agung Baiturrohman Kabupaten Tasikmalaya tampak kotor tak terawat. Kaca-kacanya kusam, seperti jarang dibersihkan. Bukan hanya kotor. Dari 14 wastafel yang ada di WC pria, cuma tiga yang berfungsi. Sebagian besar tidak mengeluarkan air.

Tempat kencing berdiri pun nasibnya sama. Dari 22 urinoir, yang mengeluarkan air hanya enam. Itupun sepertinya jarang dipakai. Lantaran tidak sering digunakan, sebagian urinior sudah berkarat. Malah ada tempat buang air kecil yang dijadikan wadah penyimpanan sikat dan cairan pembersih keramik. Sikatnya pun seperti sudah lama tak dipakai.

Salah seorang pengurus masjid, H. Engkus, berdalih, tidak keluarnya air dari wastafel dan urinior lantaran sedang kemarau. Pasokan air berkurang. Mesin penyedot airnya pun sedang bermasalah. “Hari ini (mesinnya) akan diperiksa. Teknisinya sudah dipanggil,” ujarnya, Senin, 27 Juli 2015, seraya menyebutkan, masjid yang berada di Jalan Pemda, Bojongkoneng, Singaparna, itu diresmikan 2011. Bulannya ia lupa. Antara April atau Maret.

Terkait tempat kencing yang tidak berfungsi, Engkus membenarkannya. Namun, menurut dia, yang tidak jalan hanya empat. Padahal, berdasarkan hitungan initasik.com, jumlah urinior yang tidak mengeluarkan air ada 16 buah. initasik.com|shan

Komentari

komentar