Inspirasi

Wuih, Beli APV dari Hasil Bunga

Kota | Siapa sangka, jualan bunga saat wisudaan ternyata untungnya gede juga. Sehari bisa dapat Rp 3 juta lebih. Cicah (56), pedagang bunga asal Parongpong, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengaku, modal untuk sekali dagang kurang dari Rp 1 juta. “Alhamdulillah, dugi tabuh sakieu tos kenging Rp 4 jutaan (Sampai sekarang sudah dapat Rp 4 jutaan),” ungkapnya kepada initasik, Sabtu (7/6) siang.

Kemarin, Cicah menggelar dagangannya di kampus Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya. Ia bersama suaminya sengaja datang dari Lembang untuk jualan bunga. “Sadayana mah genep mobil nu ka dieu teh. Samobil aya kana lima jalmi. Nu icalan kembang di dieu sadayana ti Lembang (Yang datang ke sini semuanya ada enam mobil. Satu mobil ada lima orang, dan semua pedagang bunga di sini dari Lembang),” ujarnya.

Ia menuturkan, modal untuk satu bunga kecil yang dijual Rp 5.000 hanya Rp 2.500. Sedangkan bunga besar yang dijual Rp 50 ribu, modalnya cuma Rp 15.000. Dalam sekali dagang, biasanya ia membawa sekitar 200 paket bunga. Tak heran, habis atau tidak habis, Cicah mengaku pasti dapat untung.

Sepintas, usaha yang digeluti Cicah terlihat biasa saja. Kerjanya hanya duduk di bawah pohon rindang. Barang yang dijajakan pun tidak menyita banyak tempat. Cukup sediakan lima ember ukuran sedang, dan satu tempat duduk. Beda dengan pedagang topi atau mainan anak-anak yang memerlukan tempat luas. Tapi, siapa nyana, ia mengaku sudah bisa membeli mobil APV hasil dari jualan bunga.

Hampir 16 tahun menjadi pedagang bunga musiman, Cicah paham bagaimana caranya mencari untung dalam acara wisudaan. Jaringannya cukup kuat. Ia mengaku sudah kenal dengan orang dalam tiap kampus. “Mingon payun tos aya rencana bade ka  Serang, teras ka Bogor, sareng Jakarta. Sadayana acara wisudaan (Minggu depan sudah ada rencana ke Serang, terus ke Bogor, dan Jakarta. Semuanya acara wisudaan),” sebutnya. initasik|ashani

Komentari

komentar