Komunitas

Xcotic Padud Jaya; Berani Ambil Risiko, Lawan Rasa takut

initasik.com, komunitas | Ramadan tak menghalangi anggota Xcotic Padud Jaya beratraksi gaya bebas atau freestyle, di samping GOR Sukapura, Kota Tasikmalaya. Puasa jalan, latihan pun tetap dilanjut. Setiap hari begitu. Setiap sore.

Indra M, salah seorang pendiri Xcotic Padud Jaya, mengatakan, di Ramadan ini mereka bukan cuma latihan, tapi juga menghibur masyarakat yang sedang ngabuburit. Menurutnya, dalam dunia freestyle motor ada tehnik dasarnya, yaitu stoppie, wheelie, dan burn out.

Setelah menguasai dasar, setiap freestyler tinggal mengembangkan kemampuan dan atraksinya.  “Ini sangat memengaruhi terhadap psikologi dan bisa jadi ajang mengasah kreativitas dan keterampilan berkendara. Intinya, menumbuhkan rasa percaya diri dan berani ketika mengambil risiko,” tutur warga Sambong Hilir, Kelurahan Sambong Jaya, Kecamatan Mangkubumi itu.

Ia mengaku sudah menjadi freestyler sejak 2009. Suka ikut serta dalam berbagai event dan pernah meraih gelar juara. Belum lama ini ia meraih juara tingkat nasional yang diselenggarakan salah satu merk rokok.

Ia menegaskan, untuk bisa menjadi freestyler, modal utamanya adalah berani mengambil risiko, memiliki tekad yang kuat, dan mampu melawan rasa takut dalam diri. Bagi kalangan muda, pengambilan risiko menjadi hal yang perlu dilakukan untuk merealisasikan potensi yang dimiliki.

Selain latihan gaya bebas, komunitasnya juga sering jadi ajang diskusi, tukar pengalaman, tips servis atau modifikasi, hiburan, sampai ikut lomba. Utamanya mengasah kreativitas serta keterampilan berkendara.

“Yang resmi dan aktif itu ada sepuluh anggota. Ada yang dari luar Tasik juga. Terkadang kalau pas barengan ikutan event, kita selalu memborong piala. Rencana bulan depan, kita akan berangkat ke Bali, Yogyakarta, dan Semarang,” sebutnya.

Wance, freestyler lainnya, menegaskan, aktivitas yang tengah digelutinya itu berkaitan dengan pembiasaan dan berani mengambil risiko, sehingga rasa percaya diri harus terus digali. “Manfaatnya banyak sekali. Selain menyalurkan hobi, juga mengasah mental,” tandasnya. [Syaepul]