Peristiwa

Yayasan Keris Nangtung Dibekukan

Kota Tasik | Sejak awal Mei 2014, Yayasan Keris Nangtung dibekukan. Keris Nangtung, organisasi sosial yang concern dalam penyembuhan orang-orang yang mengalami gangguan ingatan, itu kini sudah tutup buku.

Tapi, yang beku hanya namanya. Aksi kepeduliannya masih berlanjut dengan membawa bendera baru; Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya (YMHT). “Mentari itu terang dan menyejukkan. Kita juga ingin lebih bertanggung jawab dan profesional. Mudah-mudahan kami diberi kekuatan lahir batin untuk meneruskan pengabdian ini,” ujar Dadang Heryadi, ketua YMHT,  kepada initasik.com, Senin (15/9).

Pergantian nama itu, kata Dadang, juga disebabkan masukan dari seorang donatur yang telah memberi dua hektar lahan dan akan membiayai pembangunan pusat rehabilitasi YMHT. Diharapkan, dalam waktu dekat yayasan tersebut tak lagi bertempat di bekas terminal Cilembang, tapi akan menempati lahan dan bangunan di bilangan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Malah, donatur tersebut menjamin kesejahteraan para pengurus YMHT dengan mengirimkan uang Rp 20 juta tiap bulan. “Dia orang Jakarta, pengusaha batu bara,” sebut Dadang tanpa menyebut nama sang donatur, lantaran orangnya tak mau dipublikasikan.

Kini, Dadang dan pengurus lainnya lebih punya arah dalam merawat lebih dari 200 pasien gangguan ingatan. “Saya minta doanya dari masyarakat agar secepatnya saudara-saudara kita yang punya kelainan jiwa ini segera mendapat tempat yang layak. Mudah-mudahan peletakan batu pertamanya tahun ini,” harapnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?