Dok. initasik.com
Informasi

Yayasan Mentari Hati Bantah Klaim Kerja Sama Pemkot Tasik

initasik.com, informasi | Pemkot Tasikmalaya mengklaim telah bekerja sama dengan Yayasan Mentari Hati untuk menangani orang-orang yang mengalami gangguan mental. Hal itu diutarakan Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Nana Rosadi, Selasa, 20 Februari 2018.

Namun, itu dibantah pengelola Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya, Dadang Heryadi. Ia mengatakan, sampai sekarang belum ada kerja sama apapun dengan Pemkot Tasikmalaya. “Belum ada perjanjian di atas kertas,” ungkapnya saat dikonfirmasi di pusat rehabilitasi, Cilembang, Rabu, 21 Februari 2018.

Menurutnya, kepala Dinsos baru mengutarakan secara lisan, kalau ada apa-apa, Yayasan Mentari Hati bisa menghubunginya kapanpun. “Sampai sekarang, kami belum menerima bantuan apapun dari pemerintah,” tandasnya.

Kalau mau kerja sama, kata Dadang, itu harus dilakukan di atas kertas. “Kalau memang mau kerja sama, ayo tertulis. Mari pikirkan bersama masalah untuk sehari-harinya, relokasi tempat, dan lain-lain. Ayo bareng-bareng memikirkan saudara-saudara kita ini. Tapi jangan seperti Dedi Mulyadi (bupati Purwakarta),” tuturnya.

Ia menerangkan, pada 10 November 2016, Dedi menjalin kerja sama dengan Yayasan Mentari Hati, salah satunya berjanji akan menyewakan lahan sawah seluar tiga hektar dan kebun satu hektar. Namun, semua janji Dedi tidak ada realisasinya sampai sekarang.

Janji serupa pernah dilontarkan Muhammad Yusuf yang akan membantu Yayasan Mentari Hati jika menang dalam pilkada. Kini, Yusuf sudah menjabat wakil wali Kota Tasikmalaya. Dadang berharap janji itu ditepati.

Dadang berharap, jika memang Pemkot Tasikmalaya punya kepedulian kepada orang-orang yang mengalami gangguan mental, itu bukan hanya umbar kata di depan media. Harus ada gerakan nyata dan memberikan solusi, seperti untuk keperluan sehari-hari dan relokasi tempat. [Jay]