Inspirasi

Yusuf Yudhayana, Langganan Juara Kelas Jago Tandur di Sawah

initasik.com, inspirasi | Tidak banyak anak usia sekolah dasar yang suka turun ke sawah dan membantu orangtuanya tandur atau menanam padi. Dari jumlah yang sedikit itu, Yusuf Yudhayana adalah salah satunya.

Putra kedua dari pasangan Aep Saepudin dan Dewi Fatimah itu sudah terbiasa membantu ayahnya di sawah. Saat ayahnya tandur, ia suka turut membantu. Bergabung dengan ibu-ibu yang buburuh tandur.

Ia terlihat tidak canggung. Tampak sudah biasa. Satu persatu benih yang di tangan kirinya diambil, kemudian ditanam. Membungkuk, layaknya tukang tandur terlatih. Bergumul dengan lumpur di bawah sinar matahari yang perlahan beranjak panas.

Siswa kelas 6 SDN Sukapada, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, itu mengaku suka turun ke sawah sejak kelas empat. Sampai sekarang, hal seperti itu masih dilakoninya. Saat orangtuanya menggarap sawah, ia turut membantu. “Suka saja bermain di lumpur. Sama bapaknya juga tidak dilarang, malah diarahkan,” ujarnya.

Bukan saja suka membantu orangtua, ternyata ia juga punya prestasi di sekolahnya. Sejak kelas satu sampai sekarang selalu meraih rangking pertama. Pintar. Pelajaran yang disukainya adalah Matematika dan IPA. “Ingin jadi tentara,” jawabnya saat ditanya cita-cita.

Aep Saepudin, ayah Yusuf, menambahkan, dirinya tidak pernah menyuruh atau melarang anaknya untuk turun ke sawah. Namun, ketika melihat mereka bermain di sawah, daripada tidak jelas berbuat apa, lebih baik diarahkan.

“Dia dan teman-temannya memang suka main di sini kalau kita sedang menggarap sawah. Lalu saya arahkan mereka untuk menanam padi. Daripada main di sawah sambil panas-panasa, lebih baik diarahkan saja. Di sini sudah ada sekitar sepuluh anak seusia dia yang bisa tandur. Mereka suka membantu juga,” sebut Aep.

Ia mengaku tidak takut anak-anaknya terserang penyakit kulit, karena berada di lumpur. Ketidakkhawatirannya itu beralasan. Sawah yang digarapnya merupakan lahan organik yang tidak akan menyebabkan gatal-gatal. [Jay]